Februari 2014 Rhaya Flicks dengan Gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi/ITD bekerjasama dalam pembuatan TVC/PSA Roadmap Indonesia Tanpa Diskriminasi.


Gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi

Client: ITD
Producer: Futih Aljihadi

Director: Futih Aljihadi
DOP: Abung Subangga
Main Talent: All Cast

Post-house: Rhaya Flicks
Lead Editor: Futih Aljihadi
Audio-post: Tracking Away Studio

Gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi disingkat ITD adalah gerakan yang menginginkan terciptanya Indonesia untuk semua: Indonesia tanpa diskriminasi. Gerakan ini ingin berkontribusi dalam pemajuan sikap dan perilaku toleransi dan anti-diskriminasi di dalam masyarakat Indonesia. Terbentuk dari hasil kolaborasi berbagai gerakan masyarakat sipil di Jakarta, gerakan ini didorong oleh rasa prihatin terhadap berbagai bentuk diskriminasi yang marak terjadi di Indonesia sejak Reformasi 1998.

Gerakan ini percaya bahwa masyarakat sipil dapat berperan dan mampu berkontribusi dalam mengubah sikap dan perilaku intoleransi dan diskriminasi yang berkembang di dalam masyarakat. Juga mampu mendorong pemerintah untuk memperhatikan dan menjabarkan semangat toleransi dan anti-diskriminasi di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kiprahnya, gerakan ITD berupaya mengintegrasikan karya-karya budaya seperti sastra, lukisan, musik, dan film, untuk menginformasikan publik Indonesia tentang fakta-fakta intoleransi dan diskriminasi. Target gerakan terbagi dua: menguatkan penghargaan publik terhadap keragaman Indonesia dan semakin minimnya kebijakan publik yang bersifat diskriminatif sehingga kelak tibalah era Indonesia tanpa diskriminasi.

Gerakan ITD digagas oleh Denny JA, pakar survei dan konsultan politik Indonesia yang prihatin akan proses peralihan demokrasi Indonesia yang kerap diwarnai bentuk-bentuk diskriminasi dan tindak kekerasan. Diskriminasi itu tergambar secara gamblang baik dalam bentuk regulasi di tingkat pemerintahan maupun aksi-aksi intoleransi dan kekerasan di tingkat masyarakat.

Guna menguatkan semangat Indonesia tanpa diskriminasi, Denny JA yang juga pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), mendirikan Yayasan Denny JA untuk Indonesia Tanpa Diskriminasi. Yayasan ini merupakan wadah untuk mempromosikan dan memperjuangkan visi Indonesia tanpa diskriminasi di berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara.